7 Tips Membeli Rumah Inden yang Aman

Membeli rumah inden bisa menjadi alternatif ketika Anda terbentur dengan kendala biaya. Dibandingkan membeli rumah yang telah siap huni, jenis rumah ini sering ditawarkan dengan harga yang lebih rendah.
Namun, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan sebelum membeli rumah inden. Sebab, rumah ini masih dalam tahap pembangunan.
Tanpa berlama-lama lagi, mari simak pengertian hingga tujuh tips membeli rumah inden yang aman agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.
Apa itu Rumah Inden?

Sebelum mengetahui tipsnya, Anda perlu tahu apa definisi dari rumah yang berjenis inden.
Rumah inden adalah rumah yang masih belum siap untuk dihuni karena sedang dalam tahap perencanaan atau pembangunan.
Pembeli harus menunggu beberapa waktu hingga konstruksi selesai sebelum bisa menempati rumah tersebut.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Developer Rumah Terpercaya Agar Tidak Tertipu
Tips Membeli Rumah Inden yang Terpercaya

1. Cek Legalitas Pengembang
Hal pertama yang wajib Anda perhatikan adalah mengenai reputasi developer rumah tersebut. Pastikan pengembang memiliki reputasi baik dan legalitas yang jelas.
Periksa izin pembangunan, sertifikat tanah, dan rekam jejak proyek sebelumnya. Hindari pengembang yang memiliki banyak keluhan dari pembeli sebelumnya.
Anda bisa mengecek reputasi developer rumah melalui berbagai cara, seperti:
- Cek ulasan di Google Business Profile dan media sosial perusahaan tersebut
- Cek kredibilitas perusahaan pengembang rumah di situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
2. Tinjau Lokasi dan Rencana Pengembangan
Anda juga harus meninjau lokasi secara langsung agar mengetahui lokasi rumah tersebut. Jangan hanya mengandalkan brosur karena apa yang ditampilkan di brosur terkadang tidak sesuai dengan kenyataan.
Dengan mengunjungi lokasi proyek tersebut, Anda bisa memastikan mengenai aksesibilitasnya, fasilitas sekitar, dan potensi perkembangan wilayah.
3. Pelajari Perjanjian Jual Beli
Baca dengan teliti isi perjanjian, termasuk harga, jangka waktu pembangunan, serta hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Pastikan perjanjian tersebut mencantumkan sanksi jika terjadi keterlambatan pembangunan atau pembatalan sepihak.
Baca Juga: Mengenal Konsep Rumah Tapak, Apa Itu?
4. Pastikan Sertifikat Tanah Jelas
Rumah inden biasanya masih dalam tahap pembangunan, sehingga sertifikat tanahnya masih atas nama pengembang.
Pastikan tanah memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Milik (SHM) yang nantinya bisa dialihkan kepada pembeli.
5. Pilih Skema Pembayaran yang Aman
Gunakan skema pembayaran yang memberikan perlindungan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank terpercaya.
Sebelum KPR disetujui oleh bank tersebut, direkomendasikan untuk menghindari melakukan pembayaran di muka atau DP rumah agar menghindari hal-hal yang merugikan.
6. Pantau Progres Pembangunan
Pastikan pengembang menjalankan proyek sesuai jadwal. Mintalah update berkala dan dokumentasi progres pembangunan agar Anda bisa mengantisipasi jika terjadi keterlambatan.
Baca Juga: Pengertian Istilah Nice Property dalam Investasi Properti
7. Gunakan Jasa Notaris Independen
Untuk menghindari risiko hukum, gunakan notaris independen yang tidak berafiliasi dengan pengembang. Notaris akan membantu memeriksa keabsahan dokumen dan mengawasi transaksi agar berjalan sesuai aturan hukum.
Membeli rumah inden memang menawarkan keuntungan, tetapi tetap diperlukan kehati-hatian agar tidak terjebak dalam masalah.
Dengan mengikuti tujuh tips membeli rumah inden yang aman di atas, Anda bisa mendapatkan rumah impian dengan aman dan nyaman.
Ingin mendapatkan insight terbaru mengenai dunia properti? Cek artikel kami lainnya di sini!